Kamis, 29 Maret 2012

" The meaning of a Families "


 





''Bubur,bubur,bubur hangat'' suara itu yang dinanti''kan oleh seorang anak laki'' yang tinggal di ujung jalan dirumah tua

yang beratapkan daun. " bisakah saya meminta bubur itu 2 atau 3 sendok saja, kaka saya sedang sakit dan   dia sangat membutuhkan bubur itu" dengan tertawa kecil pedagang itu berkata " hai anak kecil, kau minta aku kasihan padamu !

apakah kau tak liat  bagaimana kondisi keluargaku, apa kau pikir aku lebih baik darimu sehingga kau bisa memintanya dengan mudah ? HEI jangan BODOH ! gunakan tenagamu kalau kau mau hidup" !! anak itu hanya bisa menunduk dan berkata " maapkan saya " anak itu pun menagis dan berlutut ditanah " bagaimana saya mendapatkan nasi untuk kakak?,

apa yang harus saya lakukan ? " anak itu berdiri dan mengusap air matanya, ia berlari kerumah dan mengambil sebagian bajunya dan membawanya ke pasar, ia berniat menjual baju itu agar kakanya bisa makan.
" pak, laku berapa baju saya ini ? " bapak'' tukang loak itu tersenyum dan berkata " baju robek ini ? kau tanya berapa harganya! biar pun 5 baju sekalipun ini tak BERHARGA ! kau tau ! " anak itu meneteskan air mata dan berlutut didpn bapak itu " tolonglah pak, kaka saya sedang sakit dia butuh makan, tolong pak " anak itu hanya bisa menagis dan terdiam. ntah apa yang ada dipikirannya , akhirnya bapak itu melemparkan uang Rp 3000 dan berkata " itu sudah teralu mahal saya kasih padamu , pergilah ! "

sambil mengusap air matanya anak itu pergi dan berlari , ia membelikan kakanya semangkuk bubur hangat dan segera membawanya pulang." kak, ayo makan kak, biar kaka sembuh" aank itu tersenyum dan memberi semangat kepada kakanya.
kakanya segera bangun dan perlahan memakan bubur itu " de, kau sudah makan ? " dengan tersenyum adiknya memukul perutnya dan berkata " perutku suda penuh kak, hari ini aku banyak dapat rejeki " ia tertawa seolah olah tidak ada yang terjadi.
kakanya pun tersenyum.

Mereka adalah anak jalanan yang terlantar.  pada tahun 2007 lalu rumah mereka terbakar dan kedua orang tua mereka bercerai, sang ayah yang menikah lagi tak ingin membawa mereka karena istri barunya tak mau sedangkan ibunya ntah pergi kemana, sang kaka yang bernama laras berusia 15 tahun dan adiknya si andre berusia 13 tahun.
mereka hanya hidup dari penghasilan pamannya yang kerja sebagai buruh kasar.

" andre ! " pamanya memanggil " iya paman " lalu dia segera lari dan menghampiri pamannya " dari mau kau dapat bubur itu,apalagi yang kau jual ? andre hanya tersenyum dan berkata " tenanglah paman ak tau apa yang kuperbuat, ini semua demi kesembuhan kak laras" pamannya tersenyum dan berkata " maafkan paman ndre, paman sekarang tak mempunyai biaya lebih untuk kalian berdua sekolah, paman tidak bisa membiayai kalian berdua" andre bangkit dan memegang pundak pamannnya " aku laki laki paman, biarlah kak laras yang sekolah , aku akan mencarikan ia uang dan membantu paman , agar hidup kita bisa lebih baik " pamannya menagis mendengar andre berkata seperti itu " tak apakah kau ?

andre hanya tersenyum dan berlari keluar sambil berkata " aku pergi mencari pekerjaan "

pagi itu laras bersiap- siap sekolah " andre ! tidakkah kau sekolah ? andre langsung menjawab " kak,
kemarin aku mendapat pekerjaan, setelah aku pikir'' aku ingin bekerja saja aku kan laki laki aku pasti kuat sedangkan kaka perempuan pasti kaka tidak bisa seperti ku " ia terbahak bahak dengan wajah senang , lalu kakanya memukulnya " mau jadi apa kau ? lebih baik kau yang sekolah kaka yang kerja !" andre langsung bangkit dan berlari " pergilah kau kesekolah kak, jangan kecewakan aku, aku harus kerja , kalau kau sampai tak bisa dapat rengking aku akan memukulmu ".

kakanya pun menagis dan menjawab " aku takkan mengecewakanmu dik "

andre berkerja keras demi kakanya ia berusaha agar kakanya bahagia. Suatu hari andre melihat kakanya termenung ia bertanya " hai kak, apa yang ada dipikiranmu ? " laras menjawab dengan pelan " uang buku belum terbayar ndre , darimana ku dapatkan uang Rp 150.000 untuk membayarnya " andre langsung berlari keluar dan berteriak " aku kembali dengan uang itu "

Andre menyusul pamanya dan bertanya " paman, bolehkah saya menjual sepeda saya itu ? " pamanya mengkerutkan dahinya dan berkata " itu hartamu satu''nya untuk apa kau jual ?"" kak laras butuh uang aku harus menjualnya "pamanya menagis dan berkata " maapkan paman ndre paman tidak berguna , karena tubuh paman yang lemah ini jadi kau harus bersusah payah " andre hanya tersenyum dan berlari untuk menjual sepedanya.

ia pulang membawa uang RP 150.000 dan menyerahkan kepada kakanya " pakailah kak pergunakan sebaik''nya belajarlah dengan baik krna kau akan ujian besok berusahalah " kakanya menagis dan memeluk andre saat andre kedapur ia melihat sepatu laras yang sudah jebol andre merasa kasihan maka andre segera berlari keluar rumah ia membwa gitar dan mencari uang di perempataan lalu membelikan kakanya sebuah sepatu baru.
Andre pergi pagi'' benar dan bekerja sebagai buruh kasar , pada jam makan siang ia menghantarkan nasinya pada paman dan kakanya. " dik, apa kau sudah makan ? bagaimana kau makan kalau nasimu telah kau berikan padaku ? " andre tersenyum dan menjawab " nasi itu aku bagi dua setengah untuk kaka setengah untuk aku "  lalu ia segera pergi dan menemui pamannyan " paman, makan lah dulu hari sudah siang " pamannya heran ia bertanya " apakah kau sudah makan , mengapa nasinya kau berikan pada paman ?" andre langsung menjawab " nasinya sudah kubagi 2 satu untuk paman satu sudah kumakan , jadi paman makanlah dulu " pamanya dengan lahap memakan nasi itu.

Hari ini adalah hari kelulusan laras , andre membaca buku diary laras kakanya ia membaca bahwa laras mengiginkan sebuah music box, maka andre bekerja dengan keras agar ia bisa membelikan laras music box sebagai hadiah kelulusannya.

andre sudah mempunyai music box ditangannya lalu ia berlari menuju kesekolah kakanya untuk menemui paman dan kakanya serta mengucapkan selamat kepada kakanya tapi tiba'' ia jatuh dan tersungkur ditengah jalan, napas nya terhenti , ia meninggal karena lambungnya sudah tak kuat dan terluka karena andre tak pernah makan ,ia meninggal dengan menggenggam music box yang bertuliskan " HADIAH SPESIAL UNTUK KAKA "







Note :

Belajarlah mensyukuri semuanya, belajar menghargai keluargamu apapun keadaan mereka. lihatlah sisi positifnya dari keluargamu, hadapilah semua bersama.

one thing you should know :

keluarga adalah satu satunya tempat yang bisa kita percayai tempat dimana kita bisa merasakan semuanya tempat dimana kita berbagi. tanpa mereka kita bukan apa apa tanpa mereka kita bukan siapa siapa apapun mereka bagaimanapun mereka , mereka adalah KELUARGAMU tempat berlindung TERAMAN didunia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar